Tampilkan postingan dengan label Task. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Task. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 September 2014

We Come From Venus

Diposting oleh Unknown di 02.43 0 komentar
Tugas TIK buat cover buku~
Padahal pelajaran corel draw tapi ujung-ujungnya photoshop ikut campur juga haha mana banyakan photoshopnya lagi :v biarin lah yang penting agak mirip kayak cover2 buku biasanya hahaa /maksa


»»  ReadMore...

Selasa, 16 September 2014

Tugas Makalah

Diposting oleh Unknown di 09.17 0 komentar
Pengaruh Gadget Terhadap Pembentukan
Karakter Bangsa




   Oleh
 Nama : Nuha Hanifah
  NPM : 1417051105



PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas selesainya makalah yang berjudul “Pengaruh Gadget Terhadap Pembentukan
Karakter Bangsa”
. Atas dukungan moral dan materi yang diberikan dalam penyusunan makalah ini, makapenulis mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak dan ibu yang memberikan tugas ini. Penulis menyadari makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun dari rekan – rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.
 Penulis












ii
DAFTAR ISI
                                                                                                                          Halaman
HALAMAN JUDUL..............................................................................................     i
KATA PENGANTAR............................................................................................    ii
DARTAR ISI..........................................................................................................   iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang........................................................................................  1
1.2  Rumusan Masalah.................................................................................... 2
1.3  Tujuan Penulisan...................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Gadget..................................................................................  3
2.2 Perkembangan Gadget di Indonesia.......................................................  3
2.3 Dampak Positif dan Negatif Gadget.......................................................  4
2.4 Pengaruh Gadget Terhadap Pembentukan Karakter Bangsa……..…...   6
BAB III PENUTUP
            3.1 Simpulan.................................................................................................. 8
            3.2 Saran........................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................  9


iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada hakikatnya ilmu sains dan ilmu komputer  merupakan dua hal yang tidak dapat terpisahkan. Dalam penerapannya, perpaduan ilmu sains dan ilmu komputer  menghasilkan apa yang disebut teknologi. Teknologi akan terus berkembang seiring perkembangan peradaban manusia di dunia. Salah satu contoh teknologi yang sangat popular pada zaman  ini adalah gadget. Di era serba IT seperti saat ini, semua orang  membutuhkan alat yang memudahkan dirinya dalam  melakukan  aktivitas sehari-hari. Tidak hanya di negara maju, di negara berkembang, gadget mempunyai andil yang cukup besar dalam  perkembangannya terutama di Indonesia. Gadget tentu saja tidak hanya memberikan  sebuah  kemudahan , namun juga dapat menimbulkan dampak negatif terutama dalam pembentukan karakter  bangsa. Dewasa ini gadget tidak hanya digunakan oleh kalangan tertentu saja. Anak-anak dalam  kesehariannya  tidak pernah  lepas dari alat komunikasi canggih tersebut. Hal ini menyebabkan  perubahan pola pikir  anak bangsa yang dapat memicu terbentuknya suatu karakter bangsa.



1.2  Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat dirumuskan permasalahan sebagai
 berikut :
1.2.1        Bagaimanakah perkembangan gadget di Indonesia?
1.2.2        Apakah pengaruhnya terhadap pembentukan  karakter bangsa?

1.3  Tujuan Penulisan
1.3.1        Mengetahui perkembangan gadget di Indonesia.
1.3.2        Mengetahui pengaruh gadget terhadap pembentukan karakter bangsa.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Gadget
      Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”. Artinya, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis. Contoh-contoh dari gadget di antaranya telepon pintar (smartphone) seperti iphone dan blackberry, serta netbook (perpaduan antara komputer portabel seperti notebook dan internet).

2.2 Perkembangan Gadget di Indonesia
Seperti yang diketahui, saat ini perkembangan gadget di Indonesia sangat pesat. Bahkan peminat gadget di Indonesia semakin bertambah dan hampir semua kalangan masyarakat gemar menggunakan  gadget. Gadget yang menjadi pilihan banyak orang di Indonesia antara lain adalah Blackberry, Apple, dan Android.
Banyak analis yang mengatakan bahwa Indonesia merupakan pasar yang unik. Keunikan tersebut terlihat dalam melakukan pembelian dan penggunaan gadget terutama sebuah ponsel. Hal ini terlihat pada pembelian ponsel Blackberry yang terus meningkat. Terlebih lagi penerapan operasi sistem yang sama pada produk gadget buatan Cina dengan fasilitas yang sangat menarik juga menyebabkan peningkatan pembelian dan penggunaan gadget di Indonesia saat ini. Karena semakin bersaing nya produk-produk gadget di pasaran, harga gadget pun semakin ekonomis. Karena itu banyak produk-produk baru yang menawarkan gadget dengan harga yang cukup murah sehingga dengan mudahnya  untuk memilki sebuah gadget saat ini.
Maka dari itu perkembangan gadget di Indonesia sangatlah pesat karena seiring dengan perkembangan gadget itu sendiri dan masuknya produk gadget dari berbagai negara dan Indonesia merupakan pengguna gadget terbanyak terutama pada produk buatan Cina.

2.3 Dampak Positif dan Negatif Gadget
      Perkembangan  gadget di Indonesia tentu saja menimbulkan beberapa dampak positif dan negatif .
2.3.1 Dampak positif
    Gadget merupakan salah satu alat yang memiliki tekonologi yang canggih. Jadi semua orang dapat dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain dari seluruh penjuru dunia. Komunikasi jarak jauh terasa semakin dekat karena keberadaan handphone dan  gadget lain yang bisa difungsikan sebagai alat komunikasi. Memperpendek jarak, efisiensi kerja, dan hiburan.
          Dengan adanya gadget yang berteknologi canggih, tentu saja dapat menambah pengetahuan dan wawasan. Anak-anak dengan mudah dan cepat untuk mendapatkan informasi mengenai tugas nya di sekolah. Misalnya kita ingin browsing internet dimana saja dan kapan saja yang ingin kita ketahui.
          Gadget juga dapat memperluas jaringan persahabatan karena dapat dengan mudah dan cepat bergabung ke social media. Jadi, kita dapat dengan mudah untuk berbagi bersama teman kita.
2.3.2 Dampak Negatif
         Gadget memilki fiture-fiture yang canggih seperti, kamera, video, games dan lain-lain. Fiture itu semua dapat mengganggu proses pembelajaran di sekolah. Misalnya ketika guru menerangkan pelajaran di depan salah satu siswa bermain gadget nya di belakang atau bisa juga di pergunakan sebagai alat untuk hal-hal yang tidak baik. Dengan kecanggihan yang diberikan oleh gadget pula, maka anak-anak dapat dengan mudah mendownload video-video yang bukan tontonannya.
Selain itu setiap orang pasti ada yang memiliki sifat update di mana saja. Jadi orang ingin berbuat kejahatan dengan mudah mencari nya dari hasil update nya yang boleh dibilang terlalu sering.
            B
agi yang ketergantungan yang konotasinya kearah negatif, gadget bisa mengakibatkan lupa waktu bahkan mengganggu kesehatan. Bahkan sebuah hasil penelitian menyebutkan, ketergantungan pada gadget menurunkan prestasi pada anak-anak akibat lemahnya konsentrasi, mempengaruhi kemampuan menganalisa permasalahan, malas menulis dan membaca, serta menurunkan kemampuan bersosialisasi.
            Kemudahan akses internet lewat gadget juga membuat kita semakin mudah dan cepat mendapat apa yang kita mau.  Akibatnya, anak-anak menjadi malas, tidak mau berusaha, dan tidak tahan banting.


2.4 Pengaruh Gadget Terhadap Pembentukan Karakter Bangsa
      Melihat perkembangan zaman dan teknologi sekarang membuat produsen elektronik semakin gencar menciptakan produk baru yang bisa menghipnotis anak-anak bangsa. Namun, apakah semua bisa bermanfaat positif bagi kita? Tentu saja, semua tergantung cara kita menyikapi dan memanfaatkan teknologi tersebut.
       Di zaman modern seperti ini, beberapa orang berdalih bahwa pemberian teknologi seperti gadget kepada anak mereka bertujuan untuk membahagiakan buah hatinya. Memang hal itu sah-sah saja. Namun  jika kita telusuri selain keuntungan dan dampak positif yang kita dapat, ada banyak juga kerugian dan dampak negatif yang akan kita dapat pula. Terlebih lagi dampak-dampak tersebut memicu pada pembentukan karakter bangsa.
        Selama dua dekade terakhir teknologi telah berkembang pada tingkat yang sangat cepat dan terus berkembang pesat. Anak-anak sekarang disajikan dengan teknologi pada usia muda, dan celakanya, anak-anak ini pada dasarnya belum tahu dan atau belum bisa membedakan dunia yang terhubung secara elektronik dan terhubung secara nyata.
        Benar bahwa teknologi dapat memiliki efek memberdayakan. Dan ini bisa menjadi keuntungan bagi anak-anak bangsa. Hal ini juga mendorong mereka untuk menciptakan inovasi baru yang bahkan lebih baik. Tak bisa dipungkiri bahwa banyak kemajuan teknologi yang menjadi alasan anak kecil menjadi bahagia. Juga, masa depan generasi muda cenderung lebih cerah jika memahami kekuatan teknologi.
         Benar pula bahwa gadget seperti video atau game PC adalah cara yang bagus bagi anak-anak muda untuk berkolaborasi dan belajar bagaimana bekerja sebagai sebuah tim dan dapat berlatih membangun team-work untuk mencapai satu tujuan yang sama.
            Namun, benar juga bahwa teknologi seperti gadget juga bisa menjadi pangkal sebab berbagai masalah fisik dan mental anak-anak bangsa. 
Secara teoritis, memang bukan video atau handphone atau game itu sendiri yang menyebabkan  masalah kesehatan pada anak-anak. Tapi, kelebihan fokus pada gadget dapat menyebabkan kebiasaan tidak sehat.
            Misal saja, anak-anak muda  menjadi kurang berinteraksi sosial secara nyata dan cenderung pemalu. Selain itu, gadget juga bisa menjauhkan anak dari orang tua karena anak lebih tertarik menghabiskan waktu dengan mainannya.
            Dikarenakan dengan mudahnya mendapatkan gadget saat ini dan semakin hari produk-produk gadget semakin canggih, timbullah prilaku konsumtif yang berlebihan pada anak-anak bangsa. Terang saja karena semakin bersaing nya produk-produk gadget di pasaran, harga gadget pun semakin ekonomis. Hanya dengan menabung beberapa bulan saja anak-anak muda bisa dengan mudah bergonta-ganti gadget atau mungkin mengoleksi gadget-gadget tersebut.
               Dikarenakan dengan mudahnya mendapatkan informasi pula, pola pikir anak-anak bangsa menjadi instan. Akibatnya, anak-anak bangsa menjadi malas, tidak mau berusaha, dan tidak tahan banting. Hal ini dapat memicu suatu karakter bangsa yang akan berdampak pada kualitas generasi muda penerus bangsa kita di masa depan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
      Berdasarkan pembahasan yang telah penulis bahas di atas, penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
       3.1.1 Perkembangan gadget di Indonesia sangatlah pesat karena seiring dengan
                perkembangan gadget itu sendiri, masuknya produk gadget dari berbagai
                negara dan semakin ekonomisnya harga gadget dan Indonesia merupakan
                pengguna gadget terbanyak terutama pada produk buatan Cina.
      3.1.2 Gadget mempunyai andil besar dalam kehidupan sehari-hari. Gadget dalam
                hal ini hasil dari penerapan ilmu sains dan ilmu komputer mempunyai efek
                memberdayakan. Hal tersebut bersifat positif dikarenakan dapat
                mendorong anak bangsa untuk berkreasi dan menciptakan inovasi baru.
                Namun, tak bisa dipungkiri bahwa gadget juga memiliki sisi negatif.
                Dikarenakan dengan mudahnya  mendapat informasi, pola pikir anak
                bangsa menjadi instan. Akibatnya anak bangsa menjadi malas, tidak mau
                berusaha, dan tidak tahan banting. Hal tersebut dapat memicu suatu
                karakter bangsa yang akan berdampak pada kualitas generasi muda penerus
                bangsa di masa mendatang.
3.2 Saran
Dari simpulan di atas sebaiknya dilakukan upaya-upaya sebagai berikut :
      3.2.1 Dibatasi dalam hal pemakaian gadget.
      3.2.2 Dilakukan pemberdayaan teknologi yang lebih mendidik.
DAFTAR PUSTAKA
http://teknologi.kompasiana.com/gadget/2014/03/22/perkembangan-gadget-di-indonesia--643289.html
http://www.artikelbagus.com/2011/11/apa-itu-gadget-dan-pengertian-gadget.html
http://www.vemale.com/topik/parenting-dan-bayi/34664-dampak-positif-dan-negatif-gadget.html
http://bloganakmanis.blogspot.com/2013/05/pengertian-dan-manfaat-gadget.html
http://www.artikelbagus.com/2011/11/apa-itu-gadget-dan-pengertian-gadget.html
http://lastparisiancowboy.blogspot.com/2014/03/perkembangan-gadget-di-indonesia.html




»»  ReadMore...

Contoh Karya Tulis

Diposting oleh Unknown di 09.12 1 komentar
PENGARUH PELAYANAN TEMPAT BERIBADAH DI SEKITAR CANDI TERHADAP DAYA TARIK WISATAWAN CANDI BOROBUDUR

Karya Tulis
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat-syarat Pengambilan Ijazah
Tahun Pelajaran 2013-2014

OLEH :

NUHA HANIFAH
NISN 9964158226/10952
XII IPA 2







KEMENTERIAN AGAMA RI
MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 MODEL BANDAR LAMPUNG
2013-2014

ABSTRAK

Dalam karya tulis ini saya akan membahas mengenai pengaruh pelayanan tempat beribadah di sekitar candi terhadap daya tarik wisatawan Candi Borobudur. Mulai dari pengertian pelayanan hingga bagaimana pelayanan tempat beribadah yang baik di tempat wisata terutama di sekitar Candi Borobudur. Dari dulu hingga sekarang Candi Borobudur semakin banyak dikunjungi wisatawan asing maupun lokal. Oleh karena itu sarana dan prasarana serta pelayanan yang baik bagi wisatawan harus terus dikembangkan terutama pelayanan tempat beribadah. Tempat beribadah berperan penting dalam beribadah di lokasi wisata Candi Borobudur. Tempat beribadah yang mudah dicari dan pelayanan yang baik tentu akan menambah kenyamanan wisatawan. Tidak menutup kemungkinan bagi wisatawan untuk beribadah saat sedang berkunjung ke tempat wisata Candi Borobudur. Pelayanan tempat beribadah tersebut juga berpengaruh terhadap daya tarik wisatawan. Pelayanan tempat beribadah yang baik akan menambah daya tarik wisatawan terhadap Candi Borobudur bahkan tempat wisata lainnya. Oleh karena itu pelayanan tempat beribadah yang baik tentu harus diperhatikan oleh pengelola tempat wisata agar wisatawan merasa nyaman berkunjung ke tempat wisata tersebut.


ii


HALAMAN PENGESAHAN

Judul               :  PENGARUH PELAYANAN TEMPAT BERIBADAH DI
                           SEKITAR CANDI TERHADAP DAYA TARIK WISATAWAN
                           CANDI BOROBUDUR
Nama               : Nuha Hanifah
NISN              : 9964158226/10952
Kelas               : XII IPA 2
Telah diperiksa dan disetujui sebagai penelitian asli dan bukan jiplakan baik sebagaian atau seluruhya oleh pembimbing yang telah ditentukan.
Menyetujui,
Pembimbing


Drs. Madiyo
NIP 19670208 199703 1002

Kepala Madrasah


Antoni Iswantoro, M.Ed
NIP 19740617 199803 1001

iii
MOTTO

Aku tidak takut pada luka dan sakit. Apa yang terjadi ku takkan gentar. Pergi untuk mencari impian milikku. Meskipun ada yang menghalangi untuk sampai ke tujuan.
Setiap terluka jadi makin dewasa. Air mata mengalir dada terasa sakit.
Meski begitu ku tetap takkan menyerah.
Ayo jadi kelinci yang pertama~
Be confident in everything and become the First Rabbit!
Usaha keras itu tak akan mengkhianati












iv
PERSEMBAHAN

Tanpa dukungan kalian semua, karya ini tak akan menjadi seperti ini. Untuk itu karya tulis ini saya persembahkan dan mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan hingga saya dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan baik.
2.      Orang tua, yang selalu berdoa dan memberi dukungan moral dan materi hingga saya menjadi seperti sekarang ini.
3.      Kepala MAN 1 Model Bandar Lampung, yang telah memberikan apresiasi kepada karya tulis ini.
4.      Ibu Emma Hermawati, S.Si ,  selaku wali kelas dan orang tua kami yang tak henti-hentinya memberi semangat.
5.      Bapak Drs. Madiyo, pembimbing karya tulis ini hingga dapat saya ajukan menjadi salah satu syarat pengambilan ijazah.
6.      Teman-teman yang telah membantu kelancaran dalam meyelesaikan karya tulis ini.
7.      Teman-teman RolePlayer Film, yang selalu memberi semangat dan hiburan.
8.      Sahabat dan teman-teman SUCID, yang akan selalu saya kenang.




v
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya mengucapkan kehadirat Allah SWT, karena dengan pertolongan-Nya saya dapat menyelesaiakan karya tulis yang berjudul ‘PENGARUH PELAYANAN TEMPAT BERIBADAH DI SEKITAR CANDI TERHADAP DAYA TARIK WISATAWAN CANDI BOROBUDUR’ Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang saya alami dalam proses pengerjaannya, tetapi saya berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Tak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada guru pembimbing yang telah membantu saya dalam mengerjakan karya tulis ini.saya juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang juga sudah memberi partisipasi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya tulis ini.
Tentunya ada hal-hal yang ingin saya berikan kepada para siswa dari hasil karya tulis ini. Karena itu saya berharap semoga karya tulis ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.
Semoga karya tulis yang saya buat ini dapat membuat kita mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.
 Penulis,


vi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ………………………………………………….…………… i
ABSTRAK ……………………………………………………………….………... ii
LEMBAR PENGESAHAN ………………………………………………………. iii
MOTTO ……………………………………………………………...…………… iv
PERSEMBAHAN …………………………………………………………….…… v
KATA PENGANTAR ……………………………………………………….……. vi
DAFTAR ISI ……………………………………………………...……………… vii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang …..…………………………………………………….…… 1
1.2  Rumusan Masalah …………………………………………………….……. 2
1.3  Tujuan Penelitian …………………………………………………….….…. 2
1.4  Manfaat Penelitian …………………………………….…………………… 2
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Pelayanan…………………..……………………………….... 3
2.2 Tujuan dan Manfaat Pelayanan ………….……………………...……….… 4
2.3 Pengertian Tempat Beribadah………………….…...……………………… 5
2.4 Pelayanan Tempat Beribadah……………………...….……...………….  5
2.5 Pengertian Candi Borobudur………….……………………………………. 5
2.6 Lingkungan Sekitar Candi Borobudur……………………………………..…. 6
2.7 Pengertian Daya Tarik………….………………………………..…….……. 6
2.8 Daya Tarik Wisata………….……………………………………..…………. 6
2.9 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daya Tarik Wisatawan ………………  5
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penulisan ……………………………………………………..…… 9
3.2 Metode Pengumpulan Data …………………………………………………. 10
BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Temuan ……………………………………………………………………... 11
4.2 Pembahasan ...………………………………………………………………… 11
BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan ……...………………………………………………….…………… 14
5.2 Saran ……...…………………………….…………………………………….. 14
DAFTAR PUSTAKA ……….………………………………...……………….....…… 15
LAMPIRAN ………………….……………………………………………..………….. 16






vii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Indonesia adalah negara yang penduduknya saling toleran dalam menghargai agama satu sama lain. Banyak tempat ibadah yang didirikan dimana-mana, seperti halnya di tempat wisata. Tempat beribadah dibangun dengan sarana dan prasarana yang layak serta akses mudah bagi wisatawan di tempat wisata.
Candi Borobudur adalah salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun nonlokal. Tempat wisata ini juga banyak dijadikan studi penelitian bagi kalangan pelajar ataupun mahasiswa. Fasilitas umum seperti tempat beribadah juga menjadi pertimbangan layak atau tidaknya tempat wisata itu untuk dikunjungi.
Maka dari itu peran tempat beribadah berperan penting dalam beribadah di lokasi wisata Candi Borobudur. Tempat beribadah yang mudah dicari serta pelayanan yang baik akan mempengaruhi kenyamanan wisatawan.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis menganggap penting untuk mengungkap pelayanan tempat beribadah melalui PENGARUH PELAYANAN TEMPAT BERIBADAH DI SEKITAR CANDI TERHADAP DAYA TARIK WISATAWAN CANDI BOROBUDUR.


1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.2.1 Bagaimana pelayanan tempat beribadah di sekitar tempat wisata Candi Borobudur?
1.2.2 Adakah pengaruh pelayanan tempat beribadah terhadap daya tarik wisatawan Candi Borobudur?
1.2.3 Bagaimana pelayanan tempat beribadah yang baik di kawasan wisata?

1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Mengetahui pengaruh pelayanan tempat beribadah terhadap daya tarik wisatawan Candi Borobudur.
1.3.2 Mengetahui pelayanan tempat beribadah yang baik di kawasan wisata.

1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Dapat mengetahui pengaruh pelayanan tempat beribadah terhadap daya tarik wisatawan Candi Borobudur.
1.4.2 Dapat mengetahui pelayanan tempat beribadah yang baik di kawasan wisata.




BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Pelayanan
            Secara etimologis, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Dahlan, dkk., 1995:646) menyatakan pelayanan ialah “usaha melayani kebutuhan orang lain”. Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan kepada konsumen atau pelanggan yang dilayani, yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki. Sejalan dengan hal tersebut, Normann (1991:14) menyatakan karakteristik pelayanan sebagai berikut:
2.1.1        Pelayanan bersifat tidak dapat diraba, pelayanan sangat berlawanan sifatnya dengan barang jadi.
2.1.2        Pelayanan pada kenyataannya terdiri dari tindakan nyata dan merupakan pengaruh yang bersifat tindakan sosial.
2.1.3        Kegiatan produksi dan konsumsi dalam pelayanan tidak dapat dipisahkan secara nyata, karena pada umumnya terjadi dalam waktu dan tempat bersamaan.
Karakteristik tersebut dapat menjadi dasar pemberian pelayanan terbaik. Pengertian lebih luas disampaikan Daviddow dan Uttal (Sutopo dan Suryanto, 2003:9) bahwa pelayanan merupakan usaha apa saja yang mempertinggi kepuasan pelanggan. Pelayanan publik yang dimaksud dalam Keputusan Menpan Nomor 63 Tahun 2003 (Menpan, 2003:2) adalah “segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.” Sejalan dengan Rancangan Undang Undang Pelayanan Publik (Republik Indonesia, 2007:2) memaknai bahwa “pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar sesuai dengan hak-hak sipil setiap warga negara dan penduduk atas suatu barang, jasa, dan atau pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.”
            Ada tiga fungsi pelayanan umum (publik) yang dilakukan pemerintah yaitu environmental service, development servicedan protective service. Pelayanan oleh pemerintah juga dibedakan berdasarkan siapa yang menikmati atau menerima dampak layanan baik individu maupun kelompok. Konsep barang layanan pada dasarnya terdiri dari barang layanan privat (private goods) dan barang layanan kolektif (public goods).
      2.2 Tujuan dan Manfaat Pelayanan
            Tujuan pelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dan memuaskan pelanggan atau masyarakat serta memberikan fokus pelayanan kepada pelanggan. Pelayanan prima dalam sektor publik didasarkan pada aksioma bahwa “pelayanan adalah pemberdayaan”. Pelayanan pada sektor bisnis berorientasi profit, sedangkan pelayanan prima pada sektor publik bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat secara sangat baik atau terbaik.
             Pelayanan prima akan bermanfaat bagi upaya peningkatan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat sebagai pelanggan dan sebagai acuan pengembangan penyusunan standar pelayanan. Penyedia layanan, pelanggan atau stakeholder dalam kegiatan pelayanan akan memiliki acuan tentang bentuk, alasan, waktu, tempat dan proses pelayanan yang seharusnya.
2.3 Pengertian Tempat Beribadah
Tempat ibadah, rumah ibadah, tempat peribadatan adalah sebuah tempat yang digunakan oleh umat beragama untuk beribadah menurut ajaran agama mereka masing-masing.

2.4 Pelayanan Tempat Beribadah
             Wisatawan merasa nyaman dan betah berkunjung, lantaran  pelayanan yang maksimal. Kenyamanan itu  juga bisa diterapkan di setiap tempat beribadah, agar jamaah yang datang baik itu warga lokal maupun wisatawan bisa betah berada di tempat ibadah itu.
2.5 Pengertian Candi Borobudur
      Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, MagelangJawa TengahIndonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut  agama Buddha Mahayanasekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan  wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia,  sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.
2.6 Lingkungan Sekitar Candi Borobudur
Masyarakat yang berada di sekitar candi borobudur termasuk masyarakat madya, karena masih dihormati nya adat-istiadat tetapi mulai terbuka dengan pengaruh luar seperti bila ada pengunjung yang memakai celana pendek maka di haruskan memakai kain batik untuk menutupinya.
      Kegiatan ekonomi dilakukan atas dasar uang, semua proses kegiatan ekonomi yang berada di lingkungan Candi Borobudur dilakukan atas dasar untuk memeperoleh uang agar mampu menutupi kebutuhan hidupnya seperti penjual-penjual souvenir, pakaian, makanan, dan lain-lain. Kebanyakan di belakang rumah-rumah penduduk di sekitar Candi Borobudur terdapat beberapa fasilitas umum seperti mushola dan toilet.
2.7 Pengertian Daya Tarik
            Daya tarik adalah kemampuan menarik (memikat) perhatian yang tidak atau belum dikembangankan merupakan sumber daya potensial dan belum dapat disebut daya tarik wisata, sampai adanya suatu jenis pengembangan tertentu. Objek dan daya tarik wisata merupakan dasar bagi kepariwisataan. Tanpa adanya daya tarik di suatu daerah atau tempat tertentu kepariwisataan sulit untuk dikembangkan.
2.8 Daya Tarik Wisata
            Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 tahun 2009, Daya Tarik Wisata dijelaskan sebagai segala sesuatu yang memiliki keunikan, kemudahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau kunjungan wisatawan.
Nyoman S. Pendit dalam bukunya “ Ilmu Pariwisata” tahun 1994 mendefiniskan daya tarik wisata sebagai segala sesuatu yang menarik dan bernilai untuk dikunjungi dan dilihat.
Dari beberapa pengertian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang mempunyai daya tarik, keunikan dan nilai yang tinggi, yang menjadi tujuan wisatawan datang ke suatu daerah tertentu.
2.9 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daya Tarik Wisatawan
Dengan menggunakan teknik analisis faktor maka dapatlah di identifikasikan 8 (delapan) faktor daya tarik bagi wisatawan untuk datang berkunjung ke suatu daerah tempat wisata, yakni :
2.9.1 Harga-harga produk wisata yang wajar,
2.9.2 Budaya dalam berbagai bentuk manifestasinya,
2.9.3 Pantai dengan segala daya tariknya,
2.9.4 Kenyamanan berwisata,
2.9.5 Kesempatan luas untuk relaksasi,
2.9.6 Citra(image) atau nama besar ,
2.9.7 Keindahan alam,
2.9.8 Keramahan penduduk setempat.
Berdasarkan hal-hal tersebut, disarankan agar dalam perencanaan pengembangan pariwisata daerah maka kedelapan faktor daya tarik tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Dengan demikian, diharapkan rencana pengembangan pariwisata daerah yang disusun dapat merespons lebih efektif peningkatan tuntutan wisatawan dan persaingan di antara berbagai daerah tempat wisata.



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Penulisan
Metode berasal dari kata metha dan hodos.Metha artinya melalui atau melewati, hodos berarti cara atau jalan. Jadi metode adalah suatu jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tertentu (Ngatmini, 2010:94).
Suatu penelitian identik dengan penyelidikan, yang merupakan penyaluran hasrat ingin tahu manusia dalam taraf keilmuan. Metode dalam suatu penelitian sebagaimana lazimnya merupakan cara yang dipergunakan oleh peneliti dalam upaya untuk memperoleh jawaban dari apa yang sedang diselidikinya.
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa metode penelitian adalah suatu ilmu tentang metode-metode ilmiah sebagai cara kerja yang digunakan dalam kegiatan penelitian untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu peristiwa atau pengetahuan.
Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan tidak mengutamakan pada angka-angka, tetapi mengutamakan kedalaman penghayatan terhadap interaksi antar konsep yang sedang dikaji secara empiris (Semi, 1993:23). Terurai ke dalam bentuk kata-kata, bukan bentuk angka, dan lebih mengutamakan proses dibanding hasil, karena karya sastra merupakan fenomena yang memerlukan penafsiran.

3.2 Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data pada dasarnya merupakan suatu kegiatan operasional agar tindakannya masuk ke dalam pengertian penelitian yang sebenarnya (Subagyo, 2006:37).Untuk mengumpulkan data diperlukan suatu teknik penelitian yang akurat karena hasilnya sangat menentukan mutu dan penelitian. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah:
3.2.1 Metode Tinjauan Pustaka
Metode tinjauan pustaka merupakan metode dimana penulis membaca dan menganalisis beberapa buku pendukung untuk mengumpulkan data-data yang otentik. Dalam karya ini penulis menggunakan metode tinjauan pustaka yang dilakukan dengan beberapa buku. Penulis menggunakan buku-buku untuk mengetahui teori-teori yang terkait dengan hal yang akan di bahas.







BAB IV
TEMUAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Temuan
Saat penulis membaca dan menganalisis beberapa buku yang berkaitan dengan pengaruh pelayanan tempat beribadah di sekitar candi terhadap daya tarik wisatawan, penulis menemukan hal yang cukup signifikan. Pengelola tempat wisata Candi Borobudur kurang memperhatikan pelayanan tempat beribadah di sekitar Candi Borobudur. Beberapa tempat beribadah seperti mushola yang berada di lingkungan sekitar candi yang sangat memprihatinkan dan sangat sulit ditemukan. Belum lagi tempat beribadah yang lain yang sulit ditemukan di lingkungan sekitar candi. Hal ini tentu dapat mempengaruhi kenyamanan wisatawan yang akan berdampak pada daya tarik wisatawan tersebut.
4.2 Pembahasan
Dari temuan yang penulis temukan saat melakukan analisa, penulis mengetahui bahwa pelayanan tempat beribadah di sekitar candi dapat mempengaruhi daya tarik wisatawan Candi Borobudur. Tempat beribadah yang mudah dicari dan pelayanan yang baik tentu akan menambah kenyamanan wisatawan. Tidak menutup kemungkinan bagi wisatawan untuk beribadah saat sedang berkunjung ke tempat wisata Candi Borobudur. Wisatawan merasa nyaman dan betah berkunjung, lantaran  pelayanan yang maksimal. Kenyamanan itu  juga bisa diterapkan di setiap tempat beribadah, agar jamaah yang datang baik itu warga lokal maupun wisatawan bisa betah berada di tempat ibadah itu. Namun nyatanya pengelola tempat wisata Candi Borobudur kurang memperhatikan hal tersebut. Tempat beribadah yang berada di lingkungan sekitar kawasan candi sangat memprihatinkan. Lokasinya yang tidak strategis, tempatnya yang sempit dan terpencil sangat mempengaruhi kenyamanan wisatawan. Salah satunya mushola yang merupakan tempat beribadah umat Islam. Memang banyak ditemukan mushola di kawasan sekitar Candi Borobudur. Namun tempatnya sangat sulit dijangkau dan banyak yang berada di belakang rumah-rumah penduduk yang berjualan di sekitar candi. Itupun sangat sempit dan memprihatinkan. Belum lagi jika wisatawan yang berkunjung pada hari minggu dan harus beribadah pada saat itu juga namun sulit menemukan rumah ibadah tersebut.
Hal seperti itulah yang sering dilupakan pengelola tempat wisata terutama tempat wisata Candi Borobudur. Memang disediakan mushola di dalam kawasan Candi Borobudur, namun adakalanya jika pada saat akan beribadah wisatawan sedang tidak berada di dalam kawasan candi atau telah selesai berkunjung. Pada saat itulah tempat beribadah yang berada di sekitar Candi Borobudur diperlukan. Tentunya pelayanannya perlu diperhatikan agar kenyamanan wisatawan tetap terjaga. Seharusnya tempat beribadah di lingkungan sekitar candi juga banyak disediakan oleh pengelola tempat wisata Candi Borobudur. Tentunya dengan pelayanan yang baik pula. Apabila telah tersedia, ada baiknya tempat beribadah tersebut diberikan pelayanan yang lebih baik.
Pelayanan tempat beribadah yang baik di kawasan wisata salah satunya dengan memperhatikan kelayakan tempat beribadah tersebut. Seperti letak atau lokasi yang mudah dijangkau dan strategis, pelayanan jemaah yang baik, serta tempat yang bersih dan nyaman. Hal-hal tersebut akan membuat wisatawan dapat beribadah dengan khusuk dan nyaman. Dengan demikian dapat meningkatkan daya tarik wisatawan terhadap tempat wisata Candi Borobudur dan tempat wisata lainnya.





BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Dari berbagai landasan teori dan temuan yang telah penulis bahas di atas, penulis dapat menarik simpulan bahwa pelayanan tempat beribadah yang baik berpengaruh terhadap daya tarik wisatawan. Wisatawan merasa nyaman dan betah berkunjung, lantaran  pelayanan yang maksimal. Kenyamanan itu  juga bisa diterapkan di setiap tempat beribadah. Pelayanan tempat beribadah yang baik di kawasan wisata salah satunya dengan memperhatikan kelayakan tempat beribadah. Seperti letak atau lokasi yang mudah dijangkau dan strategis, pelayanan jemaah yang baik, serta tempat yang bersih dan nyaman agar jamaah yang datang baik itu warga lokal maupun wisatawan bisa beribadah dengan khusuk dan nyaman. Oleh karena itu pelayanan tempat beribadah perlu diperhatikan dan ditingkatkan agar dapat meningkatkan daya tarik wisatawan terhadap tempat wisata Candi Borobudur dan tempat wisata lainnya.
5.2 Saran
Dari simpulan diatas sebaiknya dilakukan upaya-upaya sebagai berikut :
       5.2.1 Memperhatikan kelayakan tempat beribadah di sekitar tempat wisata Candi
          Borobudur dan tempat wisata lainnya.
5.2.2 Meningkatkan pelayanan tempat beribadah di sekitar tempat wisata Candi
          Borobudur dan tempat wisata lainnya.



DAFTAR PUSTAKA

http://pariwisatadanteknologi.blogspot.com/2010/07/definisi-daya-tarik-wisata.html
http://tabeatamang.wordpress.com/2012/09/11/faktor-faktor-yang-menjadi-daya-tarik-wisata/
http://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur
http://www.pikiran-rakyat.com/node/258859



LAMPIRAN

»»  ReadMore...
Tampilkan postingan dengan label Task. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Task. Tampilkan semua postingan

We Come From Venus

Tugas TIK buat cover buku~
Padahal pelajaran corel draw tapi ujung-ujungnya photoshop ikut campur juga haha mana banyakan photoshopnya lagi :v biarin lah yang penting agak mirip kayak cover2 buku biasanya hahaa /maksa


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tugas Makalah

Pengaruh Gadget Terhadap Pembentukan
Karakter Bangsa




   Oleh
 Nama : Nuha Hanifah
  NPM : 1417051105



PROGRAM STUDI ILMU KOMPUTER
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2014


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas selesainya makalah yang berjudul “Pengaruh Gadget Terhadap Pembentukan
Karakter Bangsa”
. Atas dukungan moral dan materi yang diberikan dalam penyusunan makalah ini, makapenulis mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak dan ibu yang memberikan tugas ini. Penulis menyadari makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun dari rekan – rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.
 Penulis












ii
DAFTAR ISI
                                                                                                                          Halaman
HALAMAN JUDUL..............................................................................................     i
KATA PENGANTAR............................................................................................    ii
DARTAR ISI..........................................................................................................   iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang........................................................................................  1
1.2  Rumusan Masalah.................................................................................... 2
1.3  Tujuan Penulisan...................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Gadget..................................................................................  3
2.2 Perkembangan Gadget di Indonesia.......................................................  3
2.3 Dampak Positif dan Negatif Gadget.......................................................  4
2.4 Pengaruh Gadget Terhadap Pembentukan Karakter Bangsa……..…...   6
BAB III PENUTUP
            3.1 Simpulan.................................................................................................. 8
            3.2 Saran........................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................  9


iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada hakikatnya ilmu sains dan ilmu komputer  merupakan dua hal yang tidak dapat terpisahkan. Dalam penerapannya, perpaduan ilmu sains dan ilmu komputer  menghasilkan apa yang disebut teknologi. Teknologi akan terus berkembang seiring perkembangan peradaban manusia di dunia. Salah satu contoh teknologi yang sangat popular pada zaman  ini adalah gadget. Di era serba IT seperti saat ini, semua orang  membutuhkan alat yang memudahkan dirinya dalam  melakukan  aktivitas sehari-hari. Tidak hanya di negara maju, di negara berkembang, gadget mempunyai andil yang cukup besar dalam  perkembangannya terutama di Indonesia. Gadget tentu saja tidak hanya memberikan  sebuah  kemudahan , namun juga dapat menimbulkan dampak negatif terutama dalam pembentukan karakter  bangsa. Dewasa ini gadget tidak hanya digunakan oleh kalangan tertentu saja. Anak-anak dalam  kesehariannya  tidak pernah  lepas dari alat komunikasi canggih tersebut. Hal ini menyebabkan  perubahan pola pikir  anak bangsa yang dapat memicu terbentuknya suatu karakter bangsa.



1.2  Rumusan Masalah
 Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat dirumuskan permasalahan sebagai
 berikut :
1.2.1        Bagaimanakah perkembangan gadget di Indonesia?
1.2.2        Apakah pengaruhnya terhadap pembentukan  karakter bangsa?

1.3  Tujuan Penulisan
1.3.1        Mengetahui perkembangan gadget di Indonesia.
1.3.2        Mengetahui pengaruh gadget terhadap pembentukan karakter bangsa.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Gadget
      Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus. Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur “kebaruan”. Artinya, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru yang membuat hidup manusia menjadi lebih praktis. Contoh-contoh dari gadget di antaranya telepon pintar (smartphone) seperti iphone dan blackberry, serta netbook (perpaduan antara komputer portabel seperti notebook dan internet).

2.2 Perkembangan Gadget di Indonesia
Seperti yang diketahui, saat ini perkembangan gadget di Indonesia sangat pesat. Bahkan peminat gadget di Indonesia semakin bertambah dan hampir semua kalangan masyarakat gemar menggunakan  gadget. Gadget yang menjadi pilihan banyak orang di Indonesia antara lain adalah Blackberry, Apple, dan Android.
Banyak analis yang mengatakan bahwa Indonesia merupakan pasar yang unik. Keunikan tersebut terlihat dalam melakukan pembelian dan penggunaan gadget terutama sebuah ponsel. Hal ini terlihat pada pembelian ponsel Blackberry yang terus meningkat. Terlebih lagi penerapan operasi sistem yang sama pada produk gadget buatan Cina dengan fasilitas yang sangat menarik juga menyebabkan peningkatan pembelian dan penggunaan gadget di Indonesia saat ini. Karena semakin bersaing nya produk-produk gadget di pasaran, harga gadget pun semakin ekonomis. Karena itu banyak produk-produk baru yang menawarkan gadget dengan harga yang cukup murah sehingga dengan mudahnya  untuk memilki sebuah gadget saat ini.
Maka dari itu perkembangan gadget di Indonesia sangatlah pesat karena seiring dengan perkembangan gadget itu sendiri dan masuknya produk gadget dari berbagai negara dan Indonesia merupakan pengguna gadget terbanyak terutama pada produk buatan Cina.

2.3 Dampak Positif dan Negatif Gadget
      Perkembangan  gadget di Indonesia tentu saja menimbulkan beberapa dampak positif dan negatif .
2.3.1 Dampak positif
    Gadget merupakan salah satu alat yang memiliki tekonologi yang canggih. Jadi semua orang dapat dengan mudah berkomunikasi dengan orang lain dari seluruh penjuru dunia. Komunikasi jarak jauh terasa semakin dekat karena keberadaan handphone dan  gadget lain yang bisa difungsikan sebagai alat komunikasi. Memperpendek jarak, efisiensi kerja, dan hiburan.
          Dengan adanya gadget yang berteknologi canggih, tentu saja dapat menambah pengetahuan dan wawasan. Anak-anak dengan mudah dan cepat untuk mendapatkan informasi mengenai tugas nya di sekolah. Misalnya kita ingin browsing internet dimana saja dan kapan saja yang ingin kita ketahui.
          Gadget juga dapat memperluas jaringan persahabatan karena dapat dengan mudah dan cepat bergabung ke social media. Jadi, kita dapat dengan mudah untuk berbagi bersama teman kita.
2.3.2 Dampak Negatif
         Gadget memilki fiture-fiture yang canggih seperti, kamera, video, games dan lain-lain. Fiture itu semua dapat mengganggu proses pembelajaran di sekolah. Misalnya ketika guru menerangkan pelajaran di depan salah satu siswa bermain gadget nya di belakang atau bisa juga di pergunakan sebagai alat untuk hal-hal yang tidak baik. Dengan kecanggihan yang diberikan oleh gadget pula, maka anak-anak dapat dengan mudah mendownload video-video yang bukan tontonannya.
Selain itu setiap orang pasti ada yang memiliki sifat update di mana saja. Jadi orang ingin berbuat kejahatan dengan mudah mencari nya dari hasil update nya yang boleh dibilang terlalu sering.
            B
agi yang ketergantungan yang konotasinya kearah negatif, gadget bisa mengakibatkan lupa waktu bahkan mengganggu kesehatan. Bahkan sebuah hasil penelitian menyebutkan, ketergantungan pada gadget menurunkan prestasi pada anak-anak akibat lemahnya konsentrasi, mempengaruhi kemampuan menganalisa permasalahan, malas menulis dan membaca, serta menurunkan kemampuan bersosialisasi.
            Kemudahan akses internet lewat gadget juga membuat kita semakin mudah dan cepat mendapat apa yang kita mau.  Akibatnya, anak-anak menjadi malas, tidak mau berusaha, dan tidak tahan banting.


2.4 Pengaruh Gadget Terhadap Pembentukan Karakter Bangsa
      Melihat perkembangan zaman dan teknologi sekarang membuat produsen elektronik semakin gencar menciptakan produk baru yang bisa menghipnotis anak-anak bangsa. Namun, apakah semua bisa bermanfaat positif bagi kita? Tentu saja, semua tergantung cara kita menyikapi dan memanfaatkan teknologi tersebut.
       Di zaman modern seperti ini, beberapa orang berdalih bahwa pemberian teknologi seperti gadget kepada anak mereka bertujuan untuk membahagiakan buah hatinya. Memang hal itu sah-sah saja. Namun  jika kita telusuri selain keuntungan dan dampak positif yang kita dapat, ada banyak juga kerugian dan dampak negatif yang akan kita dapat pula. Terlebih lagi dampak-dampak tersebut memicu pada pembentukan karakter bangsa.
        Selama dua dekade terakhir teknologi telah berkembang pada tingkat yang sangat cepat dan terus berkembang pesat. Anak-anak sekarang disajikan dengan teknologi pada usia muda, dan celakanya, anak-anak ini pada dasarnya belum tahu dan atau belum bisa membedakan dunia yang terhubung secara elektronik dan terhubung secara nyata.
        Benar bahwa teknologi dapat memiliki efek memberdayakan. Dan ini bisa menjadi keuntungan bagi anak-anak bangsa. Hal ini juga mendorong mereka untuk menciptakan inovasi baru yang bahkan lebih baik. Tak bisa dipungkiri bahwa banyak kemajuan teknologi yang menjadi alasan anak kecil menjadi bahagia. Juga, masa depan generasi muda cenderung lebih cerah jika memahami kekuatan teknologi.
         Benar pula bahwa gadget seperti video atau game PC adalah cara yang bagus bagi anak-anak muda untuk berkolaborasi dan belajar bagaimana bekerja sebagai sebuah tim dan dapat berlatih membangun team-work untuk mencapai satu tujuan yang sama.
            Namun, benar juga bahwa teknologi seperti gadget juga bisa menjadi pangkal sebab berbagai masalah fisik dan mental anak-anak bangsa. 
Secara teoritis, memang bukan video atau handphone atau game itu sendiri yang menyebabkan  masalah kesehatan pada anak-anak. Tapi, kelebihan fokus pada gadget dapat menyebabkan kebiasaan tidak sehat.
            Misal saja, anak-anak muda  menjadi kurang berinteraksi sosial secara nyata dan cenderung pemalu. Selain itu, gadget juga bisa menjauhkan anak dari orang tua karena anak lebih tertarik menghabiskan waktu dengan mainannya.
            Dikarenakan dengan mudahnya mendapatkan gadget saat ini dan semakin hari produk-produk gadget semakin canggih, timbullah prilaku konsumtif yang berlebihan pada anak-anak bangsa. Terang saja karena semakin bersaing nya produk-produk gadget di pasaran, harga gadget pun semakin ekonomis. Hanya dengan menabung beberapa bulan saja anak-anak muda bisa dengan mudah bergonta-ganti gadget atau mungkin mengoleksi gadget-gadget tersebut.
               Dikarenakan dengan mudahnya mendapatkan informasi pula, pola pikir anak-anak bangsa menjadi instan. Akibatnya, anak-anak bangsa menjadi malas, tidak mau berusaha, dan tidak tahan banting. Hal ini dapat memicu suatu karakter bangsa yang akan berdampak pada kualitas generasi muda penerus bangsa kita di masa depan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
      Berdasarkan pembahasan yang telah penulis bahas di atas, penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :
       3.1.1 Perkembangan gadget di Indonesia sangatlah pesat karena seiring dengan
                perkembangan gadget itu sendiri, masuknya produk gadget dari berbagai
                negara dan semakin ekonomisnya harga gadget dan Indonesia merupakan
                pengguna gadget terbanyak terutama pada produk buatan Cina.
      3.1.2 Gadget mempunyai andil besar dalam kehidupan sehari-hari. Gadget dalam
                hal ini hasil dari penerapan ilmu sains dan ilmu komputer mempunyai efek
                memberdayakan. Hal tersebut bersifat positif dikarenakan dapat
                mendorong anak bangsa untuk berkreasi dan menciptakan inovasi baru.
                Namun, tak bisa dipungkiri bahwa gadget juga memiliki sisi negatif.
                Dikarenakan dengan mudahnya  mendapat informasi, pola pikir anak
                bangsa menjadi instan. Akibatnya anak bangsa menjadi malas, tidak mau
                berusaha, dan tidak tahan banting. Hal tersebut dapat memicu suatu
                karakter bangsa yang akan berdampak pada kualitas generasi muda penerus
                bangsa di masa mendatang.
3.2 Saran
Dari simpulan di atas sebaiknya dilakukan upaya-upaya sebagai berikut :
      3.2.1 Dibatasi dalam hal pemakaian gadget.
      3.2.2 Dilakukan pemberdayaan teknologi yang lebih mendidik.
DAFTAR PUSTAKA
http://teknologi.kompasiana.com/gadget/2014/03/22/perkembangan-gadget-di-indonesia--643289.html
http://www.artikelbagus.com/2011/11/apa-itu-gadget-dan-pengertian-gadget.html
http://www.vemale.com/topik/parenting-dan-bayi/34664-dampak-positif-dan-negatif-gadget.html
http://bloganakmanis.blogspot.com/2013/05/pengertian-dan-manfaat-gadget.html
http://www.artikelbagus.com/2011/11/apa-itu-gadget-dan-pengertian-gadget.html
http://lastparisiancowboy.blogspot.com/2014/03/perkembangan-gadget-di-indonesia.html




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Contoh Karya Tulis

PENGARUH PELAYANAN TEMPAT BERIBADAH DI SEKITAR CANDI TERHADAP DAYA TARIK WISATAWAN CANDI BOROBUDUR

Karya Tulis
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat-syarat Pengambilan Ijazah
Tahun Pelajaran 2013-2014

OLEH :

NUHA HANIFAH
NISN 9964158226/10952
XII IPA 2







KEMENTERIAN AGAMA RI
MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 MODEL BANDAR LAMPUNG
2013-2014

ABSTRAK

Dalam karya tulis ini saya akan membahas mengenai pengaruh pelayanan tempat beribadah di sekitar candi terhadap daya tarik wisatawan Candi Borobudur. Mulai dari pengertian pelayanan hingga bagaimana pelayanan tempat beribadah yang baik di tempat wisata terutama di sekitar Candi Borobudur. Dari dulu hingga sekarang Candi Borobudur semakin banyak dikunjungi wisatawan asing maupun lokal. Oleh karena itu sarana dan prasarana serta pelayanan yang baik bagi wisatawan harus terus dikembangkan terutama pelayanan tempat beribadah. Tempat beribadah berperan penting dalam beribadah di lokasi wisata Candi Borobudur. Tempat beribadah yang mudah dicari dan pelayanan yang baik tentu akan menambah kenyamanan wisatawan. Tidak menutup kemungkinan bagi wisatawan untuk beribadah saat sedang berkunjung ke tempat wisata Candi Borobudur. Pelayanan tempat beribadah tersebut juga berpengaruh terhadap daya tarik wisatawan. Pelayanan tempat beribadah yang baik akan menambah daya tarik wisatawan terhadap Candi Borobudur bahkan tempat wisata lainnya. Oleh karena itu pelayanan tempat beribadah yang baik tentu harus diperhatikan oleh pengelola tempat wisata agar wisatawan merasa nyaman berkunjung ke tempat wisata tersebut.


ii


HALAMAN PENGESAHAN

Judul               :  PENGARUH PELAYANAN TEMPAT BERIBADAH DI
                           SEKITAR CANDI TERHADAP DAYA TARIK WISATAWAN
                           CANDI BOROBUDUR
Nama               : Nuha Hanifah
NISN              : 9964158226/10952
Kelas               : XII IPA 2
Telah diperiksa dan disetujui sebagai penelitian asli dan bukan jiplakan baik sebagaian atau seluruhya oleh pembimbing yang telah ditentukan.
Menyetujui,
Pembimbing


Drs. Madiyo
NIP 19670208 199703 1002

Kepala Madrasah


Antoni Iswantoro, M.Ed
NIP 19740617 199803 1001

iii
MOTTO

Aku tidak takut pada luka dan sakit. Apa yang terjadi ku takkan gentar. Pergi untuk mencari impian milikku. Meskipun ada yang menghalangi untuk sampai ke tujuan.
Setiap terluka jadi makin dewasa. Air mata mengalir dada terasa sakit.
Meski begitu ku tetap takkan menyerah.
Ayo jadi kelinci yang pertama~
Be confident in everything and become the First Rabbit!
Usaha keras itu tak akan mengkhianati












iv
PERSEMBAHAN

Tanpa dukungan kalian semua, karya ini tak akan menjadi seperti ini. Untuk itu karya tulis ini saya persembahkan dan mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Allah SWT yang telah memberikan kesehatan dan kesempatan hingga saya dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan baik.
2.      Orang tua, yang selalu berdoa dan memberi dukungan moral dan materi hingga saya menjadi seperti sekarang ini.
3.      Kepala MAN 1 Model Bandar Lampung, yang telah memberikan apresiasi kepada karya tulis ini.
4.      Ibu Emma Hermawati, S.Si ,  selaku wali kelas dan orang tua kami yang tak henti-hentinya memberi semangat.
5.      Bapak Drs. Madiyo, pembimbing karya tulis ini hingga dapat saya ajukan menjadi salah satu syarat pengambilan ijazah.
6.      Teman-teman yang telah membantu kelancaran dalam meyelesaikan karya tulis ini.
7.      Teman-teman RolePlayer Film, yang selalu memberi semangat dan hiburan.
8.      Sahabat dan teman-teman SUCID, yang akan selalu saya kenang.




v
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya mengucapkan kehadirat Allah SWT, karena dengan pertolongan-Nya saya dapat menyelesaiakan karya tulis yang berjudul ‘PENGARUH PELAYANAN TEMPAT BERIBADAH DI SEKITAR CANDI TERHADAP DAYA TARIK WISATAWAN CANDI BOROBUDUR’ Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang saya alami dalam proses pengerjaannya, tetapi saya berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Tak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada guru pembimbing yang telah membantu saya dalam mengerjakan karya tulis ini.saya juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman yang juga sudah memberi partisipasi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya tulis ini.
Tentunya ada hal-hal yang ingin saya berikan kepada para siswa dari hasil karya tulis ini. Karena itu saya berharap semoga karya tulis ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.
Semoga karya tulis yang saya buat ini dapat membuat kita mencapai kehidupan yang lebih baik lagi.
 Penulis,


vi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ………………………………………………….…………… i
ABSTRAK ……………………………………………………………….………... ii
LEMBAR PENGESAHAN ………………………………………………………. iii
MOTTO ……………………………………………………………...…………… iv
PERSEMBAHAN …………………………………………………………….…… v
KATA PENGANTAR ……………………………………………………….……. vi
DAFTAR ISI ……………………………………………………...……………… vii
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang …..…………………………………………………….…… 1
1.2  Rumusan Masalah …………………………………………………….……. 2
1.3  Tujuan Penelitian …………………………………………………….….…. 2
1.4  Manfaat Penelitian …………………………………….…………………… 2
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Pelayanan…………………..……………………………….... 3
2.2 Tujuan dan Manfaat Pelayanan ………….……………………...……….… 4
2.3 Pengertian Tempat Beribadah………………….…...……………………… 5
2.4 Pelayanan Tempat Beribadah……………………...….……...………….  5
2.5 Pengertian Candi Borobudur………….……………………………………. 5
2.6 Lingkungan Sekitar Candi Borobudur……………………………………..…. 6
2.7 Pengertian Daya Tarik………….………………………………..…….……. 6
2.8 Daya Tarik Wisata………….……………………………………..…………. 6
2.9 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daya Tarik Wisatawan ………………  5
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Metode Penulisan ……………………………………………………..…… 9
3.2 Metode Pengumpulan Data …………………………………………………. 10
BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Temuan ……………………………………………………………………... 11
4.2 Pembahasan ...………………………………………………………………… 11
BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan ……...………………………………………………….…………… 14
5.2 Saran ……...…………………………….…………………………………….. 14
DAFTAR PUSTAKA ……….………………………………...……………….....…… 15
LAMPIRAN ………………….……………………………………………..………….. 16






vii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Indonesia adalah negara yang penduduknya saling toleran dalam menghargai agama satu sama lain. Banyak tempat ibadah yang didirikan dimana-mana, seperti halnya di tempat wisata. Tempat beribadah dibangun dengan sarana dan prasarana yang layak serta akses mudah bagi wisatawan di tempat wisata.
Candi Borobudur adalah salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun nonlokal. Tempat wisata ini juga banyak dijadikan studi penelitian bagi kalangan pelajar ataupun mahasiswa. Fasilitas umum seperti tempat beribadah juga menjadi pertimbangan layak atau tidaknya tempat wisata itu untuk dikunjungi.
Maka dari itu peran tempat beribadah berperan penting dalam beribadah di lokasi wisata Candi Borobudur. Tempat beribadah yang mudah dicari serta pelayanan yang baik akan mempengaruhi kenyamanan wisatawan.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis menganggap penting untuk mengungkap pelayanan tempat beribadah melalui PENGARUH PELAYANAN TEMPAT BERIBADAH DI SEKITAR CANDI TERHADAP DAYA TARIK WISATAWAN CANDI BOROBUDUR.


1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.2.1 Bagaimana pelayanan tempat beribadah di sekitar tempat wisata Candi Borobudur?
1.2.2 Adakah pengaruh pelayanan tempat beribadah terhadap daya tarik wisatawan Candi Borobudur?
1.2.3 Bagaimana pelayanan tempat beribadah yang baik di kawasan wisata?

1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Mengetahui pengaruh pelayanan tempat beribadah terhadap daya tarik wisatawan Candi Borobudur.
1.3.2 Mengetahui pelayanan tempat beribadah yang baik di kawasan wisata.

1.4 Manfaat Penelitian
1.4.1 Dapat mengetahui pengaruh pelayanan tempat beribadah terhadap daya tarik wisatawan Candi Borobudur.
1.4.2 Dapat mengetahui pelayanan tempat beribadah yang baik di kawasan wisata.




BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Pelayanan
            Secara etimologis, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Dahlan, dkk., 1995:646) menyatakan pelayanan ialah “usaha melayani kebutuhan orang lain”. Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan kepada konsumen atau pelanggan yang dilayani, yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki. Sejalan dengan hal tersebut, Normann (1991:14) menyatakan karakteristik pelayanan sebagai berikut:
2.1.1        Pelayanan bersifat tidak dapat diraba, pelayanan sangat berlawanan sifatnya dengan barang jadi.
2.1.2        Pelayanan pada kenyataannya terdiri dari tindakan nyata dan merupakan pengaruh yang bersifat tindakan sosial.
2.1.3        Kegiatan produksi dan konsumsi dalam pelayanan tidak dapat dipisahkan secara nyata, karena pada umumnya terjadi dalam waktu dan tempat bersamaan.
Karakteristik tersebut dapat menjadi dasar pemberian pelayanan terbaik. Pengertian lebih luas disampaikan Daviddow dan Uttal (Sutopo dan Suryanto, 2003:9) bahwa pelayanan merupakan usaha apa saja yang mempertinggi kepuasan pelanggan. Pelayanan publik yang dimaksud dalam Keputusan Menpan Nomor 63 Tahun 2003 (Menpan, 2003:2) adalah “segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan.” Sejalan dengan Rancangan Undang Undang Pelayanan Publik (Republik Indonesia, 2007:2) memaknai bahwa “pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar sesuai dengan hak-hak sipil setiap warga negara dan penduduk atas suatu barang, jasa, dan atau pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.”
            Ada tiga fungsi pelayanan umum (publik) yang dilakukan pemerintah yaitu environmental service, development servicedan protective service. Pelayanan oleh pemerintah juga dibedakan berdasarkan siapa yang menikmati atau menerima dampak layanan baik individu maupun kelompok. Konsep barang layanan pada dasarnya terdiri dari barang layanan privat (private goods) dan barang layanan kolektif (public goods).
      2.2 Tujuan dan Manfaat Pelayanan
            Tujuan pelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dan memuaskan pelanggan atau masyarakat serta memberikan fokus pelayanan kepada pelanggan. Pelayanan prima dalam sektor publik didasarkan pada aksioma bahwa “pelayanan adalah pemberdayaan”. Pelayanan pada sektor bisnis berorientasi profit, sedangkan pelayanan prima pada sektor publik bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat secara sangat baik atau terbaik.
             Pelayanan prima akan bermanfaat bagi upaya peningkatan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat sebagai pelanggan dan sebagai acuan pengembangan penyusunan standar pelayanan. Penyedia layanan, pelanggan atau stakeholder dalam kegiatan pelayanan akan memiliki acuan tentang bentuk, alasan, waktu, tempat dan proses pelayanan yang seharusnya.
2.3 Pengertian Tempat Beribadah
Tempat ibadah, rumah ibadah, tempat peribadatan adalah sebuah tempat yang digunakan oleh umat beragama untuk beribadah menurut ajaran agama mereka masing-masing.

2.4 Pelayanan Tempat Beribadah
             Wisatawan merasa nyaman dan betah berkunjung, lantaran  pelayanan yang maksimal. Kenyamanan itu  juga bisa diterapkan di setiap tempat beribadah, agar jamaah yang datang baik itu warga lokal maupun wisatawan bisa betah berada di tempat ibadah itu.
2.5 Pengertian Candi Borobudur
      Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, MagelangJawa TengahIndonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut  agama Buddha Mahayanasekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan  wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia,  sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.
2.6 Lingkungan Sekitar Candi Borobudur
Masyarakat yang berada di sekitar candi borobudur termasuk masyarakat madya, karena masih dihormati nya adat-istiadat tetapi mulai terbuka dengan pengaruh luar seperti bila ada pengunjung yang memakai celana pendek maka di haruskan memakai kain batik untuk menutupinya.
      Kegiatan ekonomi dilakukan atas dasar uang, semua proses kegiatan ekonomi yang berada di lingkungan Candi Borobudur dilakukan atas dasar untuk memeperoleh uang agar mampu menutupi kebutuhan hidupnya seperti penjual-penjual souvenir, pakaian, makanan, dan lain-lain. Kebanyakan di belakang rumah-rumah penduduk di sekitar Candi Borobudur terdapat beberapa fasilitas umum seperti mushola dan toilet.
2.7 Pengertian Daya Tarik
            Daya tarik adalah kemampuan menarik (memikat) perhatian yang tidak atau belum dikembangankan merupakan sumber daya potensial dan belum dapat disebut daya tarik wisata, sampai adanya suatu jenis pengembangan tertentu. Objek dan daya tarik wisata merupakan dasar bagi kepariwisataan. Tanpa adanya daya tarik di suatu daerah atau tempat tertentu kepariwisataan sulit untuk dikembangkan.
2.8 Daya Tarik Wisata
            Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 tahun 2009, Daya Tarik Wisata dijelaskan sebagai segala sesuatu yang memiliki keunikan, kemudahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau kunjungan wisatawan.
Nyoman S. Pendit dalam bukunya “ Ilmu Pariwisata” tahun 1994 mendefiniskan daya tarik wisata sebagai segala sesuatu yang menarik dan bernilai untuk dikunjungi dan dilihat.
Dari beberapa pengertian diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang mempunyai daya tarik, keunikan dan nilai yang tinggi, yang menjadi tujuan wisatawan datang ke suatu daerah tertentu.
2.9 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Daya Tarik Wisatawan
Dengan menggunakan teknik analisis faktor maka dapatlah di identifikasikan 8 (delapan) faktor daya tarik bagi wisatawan untuk datang berkunjung ke suatu daerah tempat wisata, yakni :
2.9.1 Harga-harga produk wisata yang wajar,
2.9.2 Budaya dalam berbagai bentuk manifestasinya,
2.9.3 Pantai dengan segala daya tariknya,
2.9.4 Kenyamanan berwisata,
2.9.5 Kesempatan luas untuk relaksasi,
2.9.6 Citra(image) atau nama besar ,
2.9.7 Keindahan alam,
2.9.8 Keramahan penduduk setempat.
Berdasarkan hal-hal tersebut, disarankan agar dalam perencanaan pengembangan pariwisata daerah maka kedelapan faktor daya tarik tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Dengan demikian, diharapkan rencana pengembangan pariwisata daerah yang disusun dapat merespons lebih efektif peningkatan tuntutan wisatawan dan persaingan di antara berbagai daerah tempat wisata.



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Metode Penulisan
Metode berasal dari kata metha dan hodos.Metha artinya melalui atau melewati, hodos berarti cara atau jalan. Jadi metode adalah suatu jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tertentu (Ngatmini, 2010:94).
Suatu penelitian identik dengan penyelidikan, yang merupakan penyaluran hasrat ingin tahu manusia dalam taraf keilmuan. Metode dalam suatu penelitian sebagaimana lazimnya merupakan cara yang dipergunakan oleh peneliti dalam upaya untuk memperoleh jawaban dari apa yang sedang diselidikinya.
Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa metode penelitian adalah suatu ilmu tentang metode-metode ilmiah sebagai cara kerja yang digunakan dalam kegiatan penelitian untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu peristiwa atau pengetahuan.
Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan tidak mengutamakan pada angka-angka, tetapi mengutamakan kedalaman penghayatan terhadap interaksi antar konsep yang sedang dikaji secara empiris (Semi, 1993:23). Terurai ke dalam bentuk kata-kata, bukan bentuk angka, dan lebih mengutamakan proses dibanding hasil, karena karya sastra merupakan fenomena yang memerlukan penafsiran.

3.2 Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data pada dasarnya merupakan suatu kegiatan operasional agar tindakannya masuk ke dalam pengertian penelitian yang sebenarnya (Subagyo, 2006:37).Untuk mengumpulkan data diperlukan suatu teknik penelitian yang akurat karena hasilnya sangat menentukan mutu dan penelitian. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah:
3.2.1 Metode Tinjauan Pustaka
Metode tinjauan pustaka merupakan metode dimana penulis membaca dan menganalisis beberapa buku pendukung untuk mengumpulkan data-data yang otentik. Dalam karya ini penulis menggunakan metode tinjauan pustaka yang dilakukan dengan beberapa buku. Penulis menggunakan buku-buku untuk mengetahui teori-teori yang terkait dengan hal yang akan di bahas.







BAB IV
TEMUAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Temuan
Saat penulis membaca dan menganalisis beberapa buku yang berkaitan dengan pengaruh pelayanan tempat beribadah di sekitar candi terhadap daya tarik wisatawan, penulis menemukan hal yang cukup signifikan. Pengelola tempat wisata Candi Borobudur kurang memperhatikan pelayanan tempat beribadah di sekitar Candi Borobudur. Beberapa tempat beribadah seperti mushola yang berada di lingkungan sekitar candi yang sangat memprihatinkan dan sangat sulit ditemukan. Belum lagi tempat beribadah yang lain yang sulit ditemukan di lingkungan sekitar candi. Hal ini tentu dapat mempengaruhi kenyamanan wisatawan yang akan berdampak pada daya tarik wisatawan tersebut.
4.2 Pembahasan
Dari temuan yang penulis temukan saat melakukan analisa, penulis mengetahui bahwa pelayanan tempat beribadah di sekitar candi dapat mempengaruhi daya tarik wisatawan Candi Borobudur. Tempat beribadah yang mudah dicari dan pelayanan yang baik tentu akan menambah kenyamanan wisatawan. Tidak menutup kemungkinan bagi wisatawan untuk beribadah saat sedang berkunjung ke tempat wisata Candi Borobudur. Wisatawan merasa nyaman dan betah berkunjung, lantaran  pelayanan yang maksimal. Kenyamanan itu  juga bisa diterapkan di setiap tempat beribadah, agar jamaah yang datang baik itu warga lokal maupun wisatawan bisa betah berada di tempat ibadah itu. Namun nyatanya pengelola tempat wisata Candi Borobudur kurang memperhatikan hal tersebut. Tempat beribadah yang berada di lingkungan sekitar kawasan candi sangat memprihatinkan. Lokasinya yang tidak strategis, tempatnya yang sempit dan terpencil sangat mempengaruhi kenyamanan wisatawan. Salah satunya mushola yang merupakan tempat beribadah umat Islam. Memang banyak ditemukan mushola di kawasan sekitar Candi Borobudur. Namun tempatnya sangat sulit dijangkau dan banyak yang berada di belakang rumah-rumah penduduk yang berjualan di sekitar candi. Itupun sangat sempit dan memprihatinkan. Belum lagi jika wisatawan yang berkunjung pada hari minggu dan harus beribadah pada saat itu juga namun sulit menemukan rumah ibadah tersebut.
Hal seperti itulah yang sering dilupakan pengelola tempat wisata terutama tempat wisata Candi Borobudur. Memang disediakan mushola di dalam kawasan Candi Borobudur, namun adakalanya jika pada saat akan beribadah wisatawan sedang tidak berada di dalam kawasan candi atau telah selesai berkunjung. Pada saat itulah tempat beribadah yang berada di sekitar Candi Borobudur diperlukan. Tentunya pelayanannya perlu diperhatikan agar kenyamanan wisatawan tetap terjaga. Seharusnya tempat beribadah di lingkungan sekitar candi juga banyak disediakan oleh pengelola tempat wisata Candi Borobudur. Tentunya dengan pelayanan yang baik pula. Apabila telah tersedia, ada baiknya tempat beribadah tersebut diberikan pelayanan yang lebih baik.
Pelayanan tempat beribadah yang baik di kawasan wisata salah satunya dengan memperhatikan kelayakan tempat beribadah tersebut. Seperti letak atau lokasi yang mudah dijangkau dan strategis, pelayanan jemaah yang baik, serta tempat yang bersih dan nyaman. Hal-hal tersebut akan membuat wisatawan dapat beribadah dengan khusuk dan nyaman. Dengan demikian dapat meningkatkan daya tarik wisatawan terhadap tempat wisata Candi Borobudur dan tempat wisata lainnya.





BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Dari berbagai landasan teori dan temuan yang telah penulis bahas di atas, penulis dapat menarik simpulan bahwa pelayanan tempat beribadah yang baik berpengaruh terhadap daya tarik wisatawan. Wisatawan merasa nyaman dan betah berkunjung, lantaran  pelayanan yang maksimal. Kenyamanan itu  juga bisa diterapkan di setiap tempat beribadah. Pelayanan tempat beribadah yang baik di kawasan wisata salah satunya dengan memperhatikan kelayakan tempat beribadah. Seperti letak atau lokasi yang mudah dijangkau dan strategis, pelayanan jemaah yang baik, serta tempat yang bersih dan nyaman agar jamaah yang datang baik itu warga lokal maupun wisatawan bisa beribadah dengan khusuk dan nyaman. Oleh karena itu pelayanan tempat beribadah perlu diperhatikan dan ditingkatkan agar dapat meningkatkan daya tarik wisatawan terhadap tempat wisata Candi Borobudur dan tempat wisata lainnya.
5.2 Saran
Dari simpulan diatas sebaiknya dilakukan upaya-upaya sebagai berikut :
       5.2.1 Memperhatikan kelayakan tempat beribadah di sekitar tempat wisata Candi
          Borobudur dan tempat wisata lainnya.
5.2.2 Meningkatkan pelayanan tempat beribadah di sekitar tempat wisata Candi
          Borobudur dan tempat wisata lainnya.



DAFTAR PUSTAKA

http://pariwisatadanteknologi.blogspot.com/2010/07/definisi-daya-tarik-wisata.html
http://tabeatamang.wordpress.com/2012/09/11/faktor-faktor-yang-menjadi-daya-tarik-wisata/
http://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur
http://www.pikiran-rakyat.com/node/258859



LAMPIRAN

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
 

Ceres Planet!! Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipietoon Blogger Template Image by Online Journal